National Geographic Magazine

Warna kuning yang membingkai gambar spektakuler sudah lama menjadi ciri National Geographic Magazine (selanjutnya akan disebut NGM walaupun nama resminya sekarang adalah “National Geographic” saja). Indonesia punya majalah National Geographic Indonesia (NGI) dengan ciri yang sama persis. NGM menyediakan referensi bagi para pencinta ilmu pengetahuan dan penikmat bacaan bermutu. Saya sangat senang ketika akhirnya NGI hadir di Indonesia. Karena harganya mahal, kala itu saya beli berselingan dengan adik saya setiap bulannya.

NGM terbit pertama kali tahun 1888 dan melayani publikasi di bidang fotografi, ilmu pengetahuan populer, sejarah, budaya, dan isu aktual lain selain geografi yang menjadi namanya. Majalah yang bagi saya lebih seperti buku referensi ini diterbitkan sebagai jurnal National Geographic Society, Selain sebagai referensi, buku ini juga menjadi rujukan fotografi bagi para penikmat foto. Banyak sekali foto berkualitas premium yang bisa dinikmati di sini dan mungkin sudah menghiasi desktop anda.

Bila terlihat pintar dan bisa menceritakan hal yang tidak biasa diceritakan orang adalah nilai tersendiri bagi anda, maka bacalah majalah ini dengan teliti. Tidak banyak orang di Indonesia yang cukup cerdas untuk membaca majalah ini.

Ada banyak cara untuk mengakses NGM. Paling mudah tentu membeli atau berlangganan setiap bulan. Berlangganan mungkin memberi anda manfaat yang lebih baik bila anda menyukai isu aktual. Dalam perspektif saya, NGM lebih seperti referensi yang bisa dibaca kapanpun. Karena itu, saya sering melirik penjual majalah apakah dia menjual NGM baru namun edisi lama.

Keenam majalah yang berada di awal tulisan ini saya temukan tertumpuk di salah satu sudut toko buku Periplus di terminal 2F Bandara Internasional Soekarno Hatta. Keenamnya saya bawa pulang hanya dengan Rp 50.000,00. Kondisi masih seperti baru dan seperti biasa: berat. Saya pernah dapat paket yang sama di Periplus bandara Internasional Adi Sutjipto.

Tertarik? Pasang mata anda!