keris adalah salah satu senjata tajam. keris sebenarnya ada di seluruh bagian negeri ini, tetapi ada literatur yang menyatakan bahwa keris yang pertama tetaplah berasal dari jawa tengah dan jawa timur. dua puluh lima tahun hidup di jogja yang terletak di pertengahan pulau jawa, tidak banyak waktu yang diluangkan untuk mempelajari tentang keris. satu-satunya adalah bahwa oom saya mengoleksi berbagai macam keris.

walau demikian, marilah kita sedikit belajar tentang keris. wikipedia menulis bahwa bagian utama keris adalah wilah, atau bilah dalam bahasa indonesia. orang bilang sebagai mata pisau. selain itu, bilah keris mempunyai sarung yang disebut warangka dan pegangan yang biasanya dilengkapi dengan ukiran.

sumber ini menulis bahwa keris adalah world heritage dan memperoleh penghargaan masterpiece of the oral and intangible heritage of huminity dari unesco. bahkan studi mengenai keris ini mengarah kepada pembentukan krisologi. contoh-contoh koleksi keris dapat dilihat di sini.

salah satu keunikan keris menurut oom wiki adalah bagian utamanya yang tidak terdiri dari satu macam logam cor melainkan berbagai logam yang berlapis-lapis. keris, di luar pengetahuan umum juga tidak selalu berkelok-kelok. ada juga yang lurus. apabila berkelok-kelok, jumlah “luk”nya tidak akan kurang dari tiga dan tidak akan lebih dari tiga belas.

dari sisi medis, tusukan keris tentu membawa kepada beberapa konsekuensi. konsekuensi pertama tentunya adalah resiko tumbuhnya kuman anaerob pada dasar vulnus punctum. salah satunya adalah clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. namun sebenarnya tusukan itu sendiri sudah membawa resiko yang signifikan. luka masuk dengan dua mata pisau saja sudah menimbulkan perkara. apalagi bila ditusukkan ke dalam cavum thorax dan/atau cavum abdomen. perdarahan cavum pleura, pneumothorax, perdarahan intra abdomen, ruptur hepar, ruptur lien, adalah beberapa contoh saja akibat tusukan keris pada batang tubuh. abdomen ini perlu perhatian khusus, mengingat sebenarnya batas atas abdomen adalah setinggi iga 4-5. tusukan di bawah itu, walau sepertinya menyerang cavum thorax, dapat melukai viscera abdominal.


pasien di atas cukup beruntung. ujung keris belum sampai menembus cavum thorax. ujungnya berada persis di sisi vertebrae. dia lebih beruntung lagi karena tidak ada orang di sekitar rumahnya yang mencoba heroik dengan mencabut keris itu. luka masuk saja sudah beberapa kali mengiris sesuai jumlah luk yang masuk kali dua. bila dicabut, akan ada dua kali lipat proses yang serupa. katastrofik…

pasien ini dirujuk karena tenaga anestesi kami tidak sanggup melayani thorakotomi bila sampai perlu. setelah operasi, menurut informasi kawan, pasien stabil, dirawat di bangsal dan bukannya di icu. orang yang menusuk sudah menyerahkan diri pada kanit reskrim polsek setempat.