pernahkah anda datang ke sebuah kantor pemerintah dan mendengar suara mesin ketik berdentang-dentang, ditambah keriuhan suara printer dot matrix, ruangan dengan tegel batu kusam, kipas angin di atas yang berbunyi pada setiap putarannya, dan berisi banyak orang berbaju coklat membosankan,bergerak dengan malas, dan menjawab pertanyaan anda sekenanya?

pernah?

sama.

itulah jagad yang bisa dijumpai di seluruh penjuru indonesia. pathetic. dan itu yang bikin saya gak pernah bercita-cita jadi pns. sampai saat ini sekalipun. saya jadi heran, kenapa pns ini adalah “the indonesian dream”? setiap orang mengejar status pns, rela mengeluarkan banyak uang untuk nyogok sana nyogok sini demi sk pengangkatan pns.

tapi suatu siang, saya menemukan diri saya di tengah keriuhan itu. rumah sakit pemerintah ini memang memberikan kesan yang sama dengan yang saya deskripsikan di atas. hebatnya lagi, saya menemukan diri saya sebagai bagian dari rumah sakit ini. bukan bagian dari etos kerja khas pns, tapi saya merasa bahwa ada bagian dari diri saya yang telah menyatu dengan suara printer dot matrix dan mesin ketik. bahwa kedua sumber suara itulah telah menjadi komponen dari diri saya sekarang ini. untunglah saya selalu merasa bahwa etos kerja saya paling tidak sedikit lebih baik. tugas saya selesai, saya mengedepankan pekerjaan, dan saya loyal pada pekerjaan dan institusi saya saat ini.

pertanyaan saya sekarang ini, apakah orang-orang pengen jadi pns justru karena kenikmatan kerja yang menurut saya pathetic ini?

ada yang bisa jawab?